About Me

My photo
Mari kita segera bersujud, Mohon ampun atas segalanya

Friday, December 14, 2007

Kurban Terbaik

Kurban Terbaik

Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.
Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,
dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya bersarung

hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali anak-anak
yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan di-Qurban-kan pada
Idul Adha nanti,
sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini
tentang pengorbanan NabiAllah Ibrahim & Nabi Ismail.

Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi
memilih hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.
Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,
ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya.

" Berapa harga kambing yang itu pak ?" ujarku menunjuk kambing coklat
tersebut.

" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah
tidak kurang" kata si pedagang berpromosi
matanya berkeliling sambil tetap melayani calon pembeli lainnya.

" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi.

" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si pedagang
bertahan.

" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama

" Maaf pak, masih jauh." ujarnya cuek.

Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah
berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya.

" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku

" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek

" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?"
ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah.

" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang
ke sini sendiri.
Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan
rumput"
kata si pedagang meledek.

Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan
harga selain
yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku alihkan ke kambing
lainnya
yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila ada perbedaan harga lima
ratus ribu.
Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban
mobil.
Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.
Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini
selangit.

" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian

" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah"
katanya

Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan
harga kambing coklat Mega Super tadi.
Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih
terlihat segar.

" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum

" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek." kata si pedagang setengah malas
menjawab
setelah melihat penampilan si kakek.

" Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalam
bahasa Purwokertoan
" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga.

" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas
meladeni.

" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Aku
mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)
Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetap
bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan
dari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu
di bukanya, enam belas lembar uang seratus ribuan
dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya.
" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya
mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.

Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya
sejak tadi.
Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang
disodorkan si kakek,
kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu.

" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan
selembar lima puluh ribuan

" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakek
seakan tahu uang yang diberikannya berlebih

" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujur
memberikan lima puluh ribu ke kakek
" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi
mbah)

" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa
ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya
" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu
ya),
sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,
takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda
Pasir Mukti,
InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."

Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya,
si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua
yang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail
milikku.
Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetap
dengan semangat.

Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik
ke arah berlawanan dalam pandanganku.
Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,
sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.
Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulan
oleh si kakek.
Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiri
dengan mewah,
rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para
pensiunan pegawai rendahan.
Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagai
Manajer perusahaan swasta asing.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup
membeli seekor kambing Mega Super
Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinya
Yang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligus

Tapi apa yang aku pikirkan?
Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku
yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku di
dunia fana.
Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali
saat membelinya.

Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia
balikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur ini
ke arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu

(Bekasi, 15-12-07)








Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1428 H

Saturday, July 21, 2007

Arti Bacaan Dalam Sholat

Do’a wudhu
“ Nawaitu wudhu a liraf ‘il hadasil asghori lillahi ta’ala”
1. Do'a sebelum wudhu " Artinya : "Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setan-setan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kehadiran mereka

2. Do'a membasuh telapak tangan "" Artinya : "Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu keberuntungan dan keberkatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kesialan dan kebinasaan"

3. Do'a berkumur "" Artinya : "Yaa Allah, tolonglah aku sehingga aku bisa membaca kitab-Mu (Al Qur'an) dan bisa banyak mengingat-Mu, teguhkanlan aku dengan kata-kata yang kukuh di dunia dan di akhirat"

4. Do'a membasuh muka "" Artinya : "Yaa Allah, cerahkanlah wajahku dengan cahaya-Mu pada hari ketika Engkau mencerahkan wajah-wajah para wali-Mu, dan janganlah hitamkan wajahku pada hari ketika Engkau menghitamkan wajah-wajah para musuh-Mu"

5. Do'a ketika membasuh tangan kanan "" Artinya : "Yaa Allah, berikanlah catatan amalku pada tangan kananku dan hisablah aku dengan ringan"

6. Do'a ketika membasuh tangan kiri " Artinya : "Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari diberi catatan amal pada tangan kiriku atau belakang punggungku."

7. Do'a ketika mengusap kepala "" Artinya : "Yaa Allah, lindungilah aku dengan rahmat-Mu, turunkanlah kepadaku keberkatan-Mu, dan tempatkanlah aku dibawah lindungan arasy-Mu pada hari ketika tiada naungan kecuali naungan-Mu. Yaa Allah haramkanlah rambut dan dagingku dari neraka"

8. Do'a ketika mengusap telinga "" Artinya : "Yaa Allah, jadikanlah aku diantara mereka (orang) yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik. Ya Allah mampukanlah aku mendengar seruan para penyeru surga dan bersama para saleh di surga"

9. Do'a mencuci kaki kanan "" Artinya : "Yaa Allah, kukuhkanlah kakiku dijalan yang lurus bersama-sama dengan kaki hamba-hamba-Mu yang saleh"
10. Do'a mencuci kaki kiri

11. Do'a sesudah wudhu

"Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluhu. Allaahummaj'alni minattawwaabina. waj'alni minal mutathahirina wajalni min'ibadikash shaalihina"
Artinya : "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlan aku orang yang ahli taubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh"

Takbir
Takbiratul Ihram ---> ALLAAHU AKBAR (Allaah Maha Besar)

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil 'aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)

Adapun Rasulullaah ketika membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Bahkan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah sampai menuliskan makna iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, dalam satu kitabnya yang berjudul Madarijus Saalikin, dimana beliau bercerita ketika di suatu kota ia menderita sakit, maka ia membacanya per ayat dengan sungguh-sungguh, dan ia rasakan bahwa setiap selesai satu ayat dibacanya, terasa berguguran sakit yang dirasakannya. Subhaanallaah.

Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil 'aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta 'alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin
(KepadaMulah, kami menyembah, dan kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim ---> berharaplah dengan penuh harap ketika membacanya.
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an'am, ta 'alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi 'alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Ruku'
Lalu ruku', dimana ketika ruku' ini beliau mengucapkan bermacam-macam dzikir dan do'a. Kadangkala beliau mengucapkan yang ini dan kadangkala mengucapkan yang itu :

1. Subhaana, rabbiyal, 'adzhiimi. (3X)
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
---> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)
---> kadangkala juga beliau membacanya berulang-ulang lebih banyak dari tiga kali, dan sesekali beliau
berlebihan dalam mengulanginya ketika shalat lail (malam), sehingga lama ruku'nya hampir mendekati
lama berdirinya.

I'tidal
Rasululullaah Sallaahu 'alayhi wa sallaam mengangkat punggungnya dari ruku' sambil mengucapkan,
"Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

Maka ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, maka kita mengucapkan :

Sami'allaahu, li, man, hamida, hu
(Mudah-mudahan mendengar Allah, kepada, sesiapa yang, memuji, Nya)

"Sesungguhnya imam itu dijadikan hanya untuk diikuti. Oleh karena itu, apabila ia mengucapkan "sami'allaahu liman hamidah", maka ucapkanlah "rabbanaa lakal hamdu", niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya saw., "Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya".
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Maka mari kita baca :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Yaa Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kadangkala lafadzh diatas beliau tambahkan seperti :
mil assamaawaati, wa mil al ardhi, wa mil a maa shikta, min shai in, ba'du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu 'Uwanah)

Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a-do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam.

2. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi (3X)
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita berdo'a sepertinya do'anya Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah Subhaana wa Ta'ala.
Di dalam duduk ini, Rasulullaah Sallallaahu 'alayhi wa sallaam mengucapkan :

Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii
(Ya Allaah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal

02. Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.
Dari Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.

Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.

Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.

(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)
--> Artinya sama dengan yang diatas, insha Allaah.


Bacaan shalawat Nabi di akhir shalat
Rasulullaah saw. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan.

Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu *, wahai Nabi, dan beserta rahmat Allaah, dan berkatNya.

Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin.
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh.


Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allaah.

Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya.

Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

Allaahumma, baarik, 'alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.
Ya Allaah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.
Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim.

fil 'aalamiina Innaka, hamiidummajiid.
Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya.)

Source : http://taqlim.indointernet.com/forum/


Bacaan-bacaan Sesudah Solat

Perlu diketahui bahawa semua bacaan (dzikir dan do'a) sesudah solat, hukumnya adalah sunat yang dianjurkan (sunnat muakkad), bukan wajib.
Bacaan dzikir dan doa tersebut antara lain:
1. Astaghfirullaahal 'azhiim (3x)
Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung

2. Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Berkat Engkau ya Allah, yang memiliki kemegahan dan kemuliaan

3. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syain qadiir
Tidak ada Tuhan selain Allah saja, Dia Sendiri-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-Nya.

4. Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita walaa mu'thiya limaa mana 'ta walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu
Ya Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula sesuatu yang dapat memberi apa-apa yang Engkau larang, dan tak ada manfaat kekayaan bagi yang mempunyai, kebesaran bagi yang dimilikinya, kecuali kekayaan dan kebesaran yang datang bersama ridha-Mu

5. Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, yaitu:
Subhaanalaah (33x) "Maha Suci Allah"
Alhamdulillaah (33x) "Maha terpuji Allah"
Allaahu Akbar (33x) "Allah Maha Besar"
La ilaaha illallaahu wahdaahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qadiir (1x)
Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala-galanya.

6. Surah Al Ikhlas dan surah Al Mu'awwidzatain (yaitu surah Al Falaq dan An-Nas)

a. Surah Al Ikhlash:
Qul huwallaahu ahad ("Katakanlah : Allah itu Esa!")
Allaahush shamad ("Allah tempat meminta")
Lam yalid walam yualad ("Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan")
Wa lam yakun lahu kufuwan ahad ("Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya")

b. Surat Al Falaq

c. Surah An Nas

7. Ayatul Kursiy (Surah Al Baqarah 255)

Allaahu la ilaaha illa huwal hayyul Qayyum, la ta 'khudzuhu sinatun walaa naumun lahu maa fissamaawaati wama fil ardhi, man dzal ladziiyasy fa 'u 'indahu illaa biidznih, ya 'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, walaayuhiithuuna bisyai-in min'ilhimi illaa bimaa syaa-a, wasi'a kursiyuhus samaawaati wal ardhi, walaa yauuduhu hifzuhumaa wa huwal'aliyuul 'azhiim.
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tertidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kerajaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Dzikir-dzikir tersebut di atas boleh biasa digunakan setelah melakukan sOlat fardhu, atau dipilih beberapa diantaranya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Atau, boleh juga dzikir-dzikir yang lain, asalkan sesuai dengan malan Rasulullah SAW.

8. Do'a-do'a Sesudah SOlat

a. Allaahumma innii as-alukal jannah, Allahumma ajirnii minannaar (7x)
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu, ya Allah, bebaskan aku dari siksa neraka.)

b. Allaahumma ashlih lii diiniyallati huwa 'ishamatu amrii, wa ashlih lii dunyayallatii ja'alta fiihaa ma'assyii
(Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang padanya Engkau jadikan penghidupanku.)

c. Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri, Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, afiatkanlah badanku. Ya Allah, 'afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah, 'afiatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur, tidak ada Tuhan selain Engkau.)

d. Allaahumma inni a'uudzu bika minal bukhli, wa a'uudzu bika minal jubni, wa a'uudzu
bika min an uradda ilaa ardzalil 'umur, wa a'uudzu bika min fitnatid dunya, wa a'uudzu bika min 'adzaa bil qabri.
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan. Aku berlindung kepada-Mu dari seburuk-buruk usia. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana dunia. Dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur.)

e. Allaahummaghfirli dzunuubii wa khathaayaayaa kullaahaa. Allaahumma 'isynii, wajburnii, wahdinii liahsanil a'maali wal akhlaaqi, innahu laa yahdi li ahsanihaa illa anta, washrif 'annii sayyi-ahaa innahu laa yashrifu sayyiahaa illa anta.
(Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahanku. Ya Allah, segarkanlah badanku, cukupilah aku, dan tuntunlah aku sebaik-baik amal dan akhlak, sesungguhnya tidak ada yang dapat menuntun kepada yang terbaik melainkan hanya Engkau, dan hindarkanlah aku dari seburuk-buruk amal, kerana sesungguhnya tidak ada yang dapat menghindarkanku dari seburuk-buruknya melainkan hanya Engkau.)

f. Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika
(Ya Allah yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hatiku dalam memeluk agama-Mu.)
Doa-doa di atas boleh dibaca semuanya sesudah solat, atau dipilih di antara doa yang disukai dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Boleh juga membaca doa-doa yang lain, tentunya doa yang terbaik ialah yang berasal dari Nabi Muhammad s.a.w. atau dari para Nabi Allah yang lain.
Bila ada keperluan dengan suatu hajat kepada Allah s.w.t. dan anda tidak mengerti doa aslinya, maka tidak ada salahnya berdoa dengan bahasa yang difahami sendiri.
Sebaiknya setiap berdoa jangan meninggalkan kesempatan buat mendoakan ibu dan bapa kita sebagai orang tua yang patut dihormati:
Rabbighfirlii wa liwaalidayyaa warhamnii warhamhumaakamaa rabbayaanii shaghiira.
(Oh Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah aku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil.)
Dianjurkan pula memintakan ampun bagi para sahabat, kaum keluarga serta kaum muslimin dan muslimat, khususnya orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita.
Lebih lanjut, Nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan supaya kita membaca doa sesudah tahiyyat, sebelum salam, yang berbunyi:
Allaahummaghfirlii maa qaddamtu wama akhkharartu wa anta'alamu bihi minnii, antal muqaadimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dan apa-apa yang aku rahsiakan dan yang aku nyatakan. Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah yang terdahulu dan Engkaulah yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau.)
Dianjurkan sebagaimana diajarkan Rasulullah s.a.w. kepada Abdullah bin Mas'ud, supaya sesudah tahiyyat dan sebelum salam meminta kebajikan dunia dan akhirat.

Friday, July 20, 2007

Hitungan ALLAH HU AKBAR

ALLAHU AKBAR & SHOLAT 'IED
Disampaikan di MASJID AL-MUHSININ Tn Alf Ind Jkt

I. ALLAHU AKBAR pada sholat 'Ied
Ucapan Allahu-Akbar dalam sholat ada sebanyak:
Pada raka'at pertama: 5 kali, dan Pada raka'at yang pakai tahiyat = 6 kali.
Jadi pada:
Sholat yang 2 raka'at ada 11 kali.
Sholat yang 4 raka'at ada 22 kali,
Sholat Maghrib ada 17 kali,
Sholat Witir 3 raka'at ada 16 kali, dan
Sholat 'Ied ada 11+7+5 = 23 kali.

Jadi pada Sholat 'Ied ada 23 kali ucapan Allahu-Akbarnya, Karena pada setelah takbiratur-ihram ada 7 lagi mengucapkan Allahu-Akbar, pada raka'at pertama, dan pada raka'at ke dua ada 5 kali.

PADA SHOLAT 5 WAKTU
ada sebanyak:
Shubuh = 11
Zhuhhur = 22
'Ashar = 22
Maghrib = 17
'Isya' = 22
--------------------- +
Jumlah = 94
----------------------------------------------------
Pada sholat 5 Waktu = 94

PADA Sholat Tarawih Witir ada:
Pada Tarawih 2 raka'at ada 11
Maka 8 raka'at ada = 4 x 11 = 44
Witir = 16.
Jadi Tarawih Witir = 44+16 = 60.
Dalam 29 hari Ramadhan, ada sebanyak : 60 x 29 = 1740 .
Pada Sholat 'Ied ada 23. maka pada 2 sholat 'ied = 2 x 23 = 46
JUMLAH = 1740 + 46 = 1786
Pada Tarawih Witir dan dua 'ied :
1786 = 19 x 94

Itu alasan (sulthon) mengpa ada 7 dan 5 = 12 pada sholat 'ied sehinga pada 'ied ada 23. Dan itu pula alasan mengapa witir yang 3 tidak pakai tahiyat., sehingga ia jadi 16. Keduanya turut membentuk bilangan 19 x 94

Jadi Jawabnya karena keseimbangan kalimat "Allahu Akbar". Bahwa bilangan Allahu-Akbar pada Tarawih Witir dan dua 'Ied, jika dibagi dengan bilanan Allahu-Akbar pada Sholat Lima Waktu, hasilnya 19 yang adalah jumlah huruf Bismillaahhirrahmanirrahim.

1786 : 94 = 19

II.ALLAHU AKBAR pada Sholat 5 waktu dan sunnat rawatib
Pada Sholat 5 waktu tadi sudah kita hitung yaitu 94
Pada 7 Waktu (Sholat Sunnat Rawatib) ada sebanyak :
Sholat snt rawatib 2 raka'at , jadi ada 11. Karena ada 7, maka 7 x 11 = 77.
JUMLAHnya dengan sholat 5 waktu ial 94 + 77 = 171

171 = 9 x19

III. Bilangan setahun Allahu-Akbar
Dari yang 17 raka'at ada 94 Allahu-Akbarnya.
Dari yang 14 raka'at (snt rawatib) ada 77 Allahu-Akbarnya.
Raka'at ini jumlahnya 17+14 = 31.
Jika bilangan Allahu-Akbar keduanya kita kali 19 dan ditambah dengan 31 ini, jumlahnya dalah Faktor 19 dari Allahu-Akbar yang kita ucapkan selama setahun. Bagaimana itu bisa terjadi ?.
Dari 17- ada ' 94 -' 94 x 19 = 1786
Dari 14- ada ' 77 -' 77 x 19 = 1463
-----------+
jmlh 31 --------------------------' = 31
--------------------------------------------------+
= 3280
Bilangan 3280 ini adalah faktor 19 dari jumlah Allahu-Akbar yang kita ucapkan dalam 1 tahun.
Artinya Allahu-Akbar yang kita ucapkan dalam satu tahun adalah: 3280 x 19

I*).Buktinya:
1-Setahun untuk Tarawih Witir dan 2 'Ied sudah kita hitungt, yaitu 94 x 19.
2-Sehari untuk Sholat 5 waktu dan sholat sunnat rawatib juga sudah kita hitung ada 9 x 19
Setahun (tahun qomariah) ada 354 hari. Jadi setahun = 354 x 9 x 19 = 3186 x 19.
JUMLAH KESELURUHAN = (3186 + 94) x 19 = 3280 x 19.
Bagaimana itu bisa terjadi ?

IV. Pada takbir di pagi hari sebelum sholat, cukup 4 kali lalu sholat.
Laznya: Allahu-Akbar, Allahu-Akbar, Allahu-Akbar, Laa ilaha illallah wa Allahu-Akbar , Allahu-Akbar walillaahilhamd = ada 5 Allahu-Akbarnya. Empat kalinya = 20. Untuk dua 'ied 2 x 20 = 40.
Bila bilangan 40 ini kita tambahkan kepada Allahu-Akbar yangkita ucapkan dalam sholat selama setahun :

40 + 3280 x 19 =
40 + 62320 = 62360
Jadi minimum kita setahunnya mengucapkan Allahu-Akbar sebanyak:
62360

V. Al-Qur'an itu AJAIB.
Ia diawali kalimat Bismillahirrahmaanirrahim yang dibangun oleh 19 hurufnyata. Suratnya ada 114 = 6 x 19. Tiap surat dibuka dengan Basmalah ini. Kecuali 2 surat, yaitu surat 1 dan surat ke 9. Mestinya Basmalah jadi 112, tetapi tidak jumlahnya tetap sebnayak 114 = 6 x19 pada Al-Quran. Cobalah anda periksa kalau tidak percaya, karena pada ayat ke 1 surat ke 1 ia ada satu dan pada surat 27 ayat 30 ada satu lagi.

Jadi Basmalah pembuka pada Al-Qur'an hanya 112 buah. Ia diletakkan di atas surat dengan tidak diberi nomor ayat. Jumlah ayat Al-Quran bersama Basmalah Pembuka ini ada sebanyak 6348. Anda boleh hitung sendiri kalau lagi tidak ada pekerjaan. Jadi Ayat Al-Quran saja tanpa Basmalah Pembuka Surat ada sebanyak 6348 - 112 = 6236

Demikian Rahasia Takbir 7 dan 5 pada Sholat 'Ied . Ia menyeimbangkan bilangan Allahu-Akbar dalam satu tahun.

Allahu Akbar !!!!!



KH FAHMI BASYA
www.12mb.com/fahmi
AHAD, 23 NOV 203, 28 Ramadhan 1424

Subhaana Robbika, Robbil 'Izzati 'Amma yashifun.
Walaamun 'Alalmursalin. Walhamdulillahi Rabbil 'Aalamiiin.

Arti Sebuah Nama

Memberi nama anak, di dalam Islam mendapat perhatian yang cukup besar. Karena nama merupakan identitas diri dan sarana untuk saling memahami dalam berkomunikasi dengan orang lain. Nama, bagi seorang bayi yang dilahirkan merupakan hiasan, tumpuan dan sekaligus syi'ar yang dengannya ia dipangggil ketika di dunia maupun di akhirat. Rasulullah saw sering mengganti nama seseorang yang baru masuk Islam, jika sebelumnya nama orang tersebut tidak baik di dalam pandangan Islam.

Beberapa masalah Seputar Nama

Pentingnya nama dan pengaruhnya terhadap anak, orang tua dan ummat.
Nama, yang dalam bahasa Arabnya adalah ism, menurut sebagian orang merupakan bentukan dari kata wasm yang berarti tanda ('alamah). Maka dengan nama seseorang dapat diketahui dan dia menjadi tanda bagi yang bersangkutan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :

“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (QS. 19:7)
Sebagian yang lain mengatakan bahwa ia berasal dari kata as sumuw yang berarti tinggi. Maka nama adalah merupakan tanda yang menggambarkan ketinggian atau kaluhuran seseorang yang memiliki nama tersebut.

Nama adalah sesuatu yang pertama didapat oleh seorang bayi yang terlahir, merupakan ciri spesifik yang membedakan dia dengan orang lain. Nama adalah yang pertama dilakukan seorang ayah terhadap bayi sebagai tanda pewaris dan penerus regenerasi. Nama juga merupakan sarana pertama bagi manusia untuk terjun di kancah masyarakat.

Nama meskipun hanya sesuatu yang bersifat maknawi tetapi memiliki nilai yang amat tinggi melebihi materi. Sehingga orang akan lebih menjaga nama daripada hartanya, jangan sampai namanya direndahkan, ditentang atau dimusuhi.

Islam sangat menganjurkan agar memberi nama anak dengan nama yang baik, karena pada umumnya nama memiliki pengaruh terhadap seseorang yang memilikinya, dalam baik ataupun buruknya. Dia merupakan cerminan pemikiran orang tua, apakah dia seorang yang selamat dan mengikuti petunjuk Nabi saw atau memiliki pemikiran- pemikiran yang tercemar dan bahkan menyimpang.

Nama yang baik akan memberikan kepuasan bagi seorang anak. Ketika anak memasuki usia banyak bertanya (antara 5 hingga 7 tahun) terkadang mereka melontarkan pertanyaan, "Mengapa ayah memberi nama aku demikian? Apa artinya?

Alangkah bahagianya sang ayah kalau dia memberi nama yang baik, sehingga dia dapat memberikan jawaban yang menyenangkan buat sang anak. Namun kalau ternyata nama yang dia berikan adalah buruk maka terbukalah kebodohan dan kedangkalan pemikirannya di hadapan sang anak. Dan nama baik yang diberikan kepada anak merupakan salah satu pendidikan paling dini untuk mereka. Ketika seorang anak tahu bahwa namanya adalah sesuatu yang mulia dan tinggi, maka dia akan bercita-cita setinggi dan semulia namanya sebagaimana yang diharapkan oleh orang tua.

Maka ada benarnya ungkapan sebagian orang, “Katakan siapa namamu, maka aku akan tahu siapa ayahmu.” Artinya dengan mengetahui nama seorang anak maka dapat diterka bagaimana sifat, pemikiran dan gaya hidup orang tuanya.

Waktu Pemberian Nama

Ada tiga waktu yang disunnahkan dalam memberikan nama anak, yaitu:
 Memberi nama bayi pada saat dia dilahirkan.
 Memberinya nama dalam masa tiga hari setelah kelahirannya.
 Memberi nama pada hari ke tujuh dari kelahirannya.

Perbedaan ini masuk dalam kategori tanawwu' (variasi), sehingga kita dapat memilih mana saja yang kita kehendaki, alhamdulillah.

Memberi Nama Adalah Hak Ayah

Tidak ada perbedaan pendapat bahwa yang lebih berhak memberi nama seorang anak adalah ayah. Jika ada perbedaan atau perselisihan antara ayah dengan ibu maka yang berlaku adalah panamaan dari ayah. Seorang ibu jika kurang setuju hendaknya mengajak musyawarah dengan baik, dengan penuh kelembutan dan jalinan kasih.
Boleh juga minta dicarikan nama kepada orang yang terpercaya dalam agamanya (shalih) agar memilihkan nama yang sesuai dengan sunnah. Banyak diantara shahabat yang menghadap Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta meminta beliau agar memberi nama untuk anak-anak mereka.


Anak Dinisbatkan Kepada Ayah

Sebagaimana pemberian nama adalah hak ayah maka penisbatan anak juga kepada ayahnya. Dia dipanggil dengan menisbatkan kepada ayahnya, bukan kepada ibunya, misalkan fulan bin fulan bukan bin fulanah, kalau anak perempuan fulanah binti fulan, demikian pula dalam panggilan.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman,artiya,
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah.” (al-Ahzab:5)

Memilih Nama Yang Baik

Seorang ayah wajib memilihkan nama yang baik untuk anaknya, dari segi lafal maupun maknanya, serta masih dalam koridor syara'. Diantara ciri nama yang baik adalah: Indah, sejuk di lisan, enak didengar, mengandung makna yang mulia dan sifat yang benar dan jujur, jauh dari segala makna dan sifat yang diharamkan atau dibenci agama seperti nama asing yang tak jelas, tasyabbuh dengan orang kafir serta segala yang memiliki arti buruk.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan, "Merupakan hak seorang anak terhadap ayahnya adalah memilihkan untuknya ibu yang baik, memberinya nama yang baik dan mewariskan kepadanya adab (pendidikan) yang baik."

Tingkatan Nama Yang Dicintai

Tingkatan nama yang dicintai Allah serta dibolehkan dalam Islam adalah sebagai berikut:

 Abdullah dan Abdurrahman, berdasarkan hadits Ibnu Umar Radhiallaahu anhu yang diriwayatkan oleh imam Muslim. Dan tak kurang dari tiga ratus shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang memiliki nama Abdullah.

 Abdun (penghambaan)yang disambungkan dengan Asam’ul Husna selain yang tersebut di atas, seperti Abdul Aziz, Abdul Malik, Abdul Majid dan sebagainya.

 Nama-nama nabi dan rasul, karena mereka adalah penghulu bagi umat manusia dan merupakan orang-orang mulia serta terpilih. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam juga pernah memberi nama sebagian shahabat dengan nama para nabi sebelum beliau.

 Nama orang-orang shalih, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallaahu anha bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa memberi nama dengan nama para nabi dan orang shalih sebelum beliau. Termasuk pemuka shalihin adalah para shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, Tabi'in dan para imam kaum muslimin.

 Segala nama yang mencerminkan kejujuran dan kebaikan manusia.
Nama-Nama Yang Dilarang

Diantara-nama-nama yang dilarang adalah sebagai berikut:

 Segala nama yang menunjukkan penghambaan kepada selain Allah, seperti Abdul Ka'bah, Abdusy Syamsi (hamba matahari), Abdul Husain dan lain-lain.

 Memberi nama dengan nama-nama Allah, seperti Arrahman, al Khaliq, dan semisalnya.

 Nama-nama a'jam yang berasal dari orang kafir dan merupakan ciri atau kekhususan mereka. Ini banyak menimpa kaum muslimin saat ini, mereka banyak mengimpor nama-nama kafir dari Eropa dan Amerika seperti Petrus,George,Diana,Suzan dan sebagainya.

 Nama-nama patung atau berhala yang disembah selain Allah seperti Latta, Uzza, Hubal, (Brahma, Wisnu, Syiwa-pen).

 Nama klaim dusta, mengandung unsur kebohongan yang berlebihan, mentazkiyah (menyucikan) diri . Diantara contoh nama yang masuk kategori ini adalah Malikul Amlak (Muluk), Sulthanus Shalatin, Syahinsyah, yang semuanya memiliki arti hampir sama yaitu raja diraja. Juga nama Hakimul Hukkam yang artinya hakim dari segala hakim.

 Nama-nama setan dan iblis, hal ini sebagimana yang dikatakan Imam Ibnul Qayim.




Nama-Nama Yang Makruh



 Nama yang membuat lari dan ngeri hati seperti Harb (perang), Murrah (pahit), Khanjar (pisau belati). Juga nama-nama yang memiliki makna penyakit seperti Suham (penyakit unta), Suda'(pusing), Dumal (bisul).

 Nama-nama yang mengundang syahwat, terutama bagi para wanita, seperti Fatin atau Fitnah (dengan kecantikannya), Syadiyah (penyanyi dengan suara merdu).

 Nama-nama orang fasiq, artis atau bintang film, penyanyi dan pemusik.

 Nama yang menunjukkan makna dosa atau maksiat seperti zhalim, sariq
(pencuri). Juga nama yang tidak diminati masyarakat karena buruk, seperti Kannaz (penumpuk harta), Bakhil dan semisalnya.

 Nama-nama binatang yang dikenal buruk seperti Khimar (keledai), Kalb (anjing),Hanasy (lalat),Qunfudz (landak) dan lain-lain.

 Nama-nama dobel seperti Ahmad Muhammad, Said Ahmad dan semisalnya, karena -dimasyarkat Arab- menjadikan bingung disebabkan adanya unsur iltibas (ketidakjelasan).

 Sebagian ulama juga membenci pemberian nama dengan nama-nama malaikat, seperti Jibril, Mikail, Israfil dan lain-lain.

 Sebagian ulama juga memakruhkan pemberian nama dengan surat-surat dari al-Qur'an seperti Thaha, Hamim, Yasin.

Adapun yang tersebar di masyarAkat bahwa Thaha atau Yasin adalah nama lain untuk Nabi Muhammad saw, maka itu sama sekali tidak benar. Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah di dalam kitab “Tuhfatul Maudud” hal 109.
Sudah saatnya kaum muslimin menyadari pentingnya nama yang baik dan islami. Karena nama-nama yang baik insya Allah akan memberikan pengaruh yang baik pula bagi pribadi, keluarga dan masyarakat. Tidak ada salahnya jika seseorang yang terlanjur memiliki nama atau memberi nama yang buruk, nama kufur dan nama syirik, segera menggantinya dengan nama-nama yang dianjurkan atau dibolehkan dalam Islam. Mengganti nama yang buruk dengan nama yang baik merupakan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi saw. Wallahu a’lam.


Diringkas dan disadur dari kitab “Tasmiyatul maulud” Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid

Tuesday, February 13, 2007

Valentine

Valentine: Hari Raya Mengenang Pendeta


Memasuki bulan Februari, kita menyaksikan banyak media massa, mall-mall, pusat pusat hiburan bersibuk ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day atau biasanya disebut hari kasih sayang. Pada tanggal 14 Februari itu mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu, cokelat dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta.Sejarah, Asal-Usul dan Latar Belakang
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine karena menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani, lalu memerintahkan untuk menangkapnya.


Dalam versi kedua, Claudius II melihat bahwa para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang, lalu dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui dan dipenjarakan. Di penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.

Versi ketiga, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak itu dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi ini, para pendeta memutuskan mengganti tulisannya menjadi “Dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.

Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya (berdasarkan data yang ada -ed), yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat, atau hanya ikut-ikutan semata? Bila demikian, sangat disayangkan banyak remaja Islam yang terkena penyakit mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi! Padahal Alloh berfirman, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya.” (Al Isro’: 36)

Bolehkah Memperingati Hari Valentine?

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah melakukan perbuatan kekafiran. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rohimahulloh berkata,
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya.

Bagi yang mengucapkannya, kalaupun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamer atau membunuh.

Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Alloh.” Allohu a’lam bish showab.

Friday, October 20, 2006

Selamat Idul Fitri






(Jaelani Mohon di maafkan)

Sunday, October 15, 2006

Ungkpan Untuk Istri

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta


Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlahistri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplahwajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharianini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap,Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisamerasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkalibelum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentarlagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengantangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baruberganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Andapula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tentang dia? Masihkah Andamemimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepadaanak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yangsama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santundalam bicara, tulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalanitugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnyabukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorangperempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentusaja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentakanak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Andamelihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernahmenyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. Begitu pulamanakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuktidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaatitulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjeritkarena cubitannva yanq bikin sakit.


Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak bolehbermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapiistri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia jugabutuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementaragejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang maumendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranyaberupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akuikeberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimusendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminyatidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasiyang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karenaNabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar apikecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yangsedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yangdipecahkan.



Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kitamenginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatanyang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalammenghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.


Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilahkita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telahmelewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedarUntuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan katayang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapabanyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkahbersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangatyang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minumanhangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"


Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkinsekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkinjuga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kitaterlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi simungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlaskarena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akanmendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas,ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakanyang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kitauntuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes darikedua kelopaknya.

Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telingabaginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yangkita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."


Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ias ejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkinbisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingatkembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahaimanusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka".

Ketahuilah," kata Rasulullah Saw.melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dankalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepadaAllah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untukselalu berbuat baik. "Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah.

Kelak kitaharus melaporkan kepada Allah Taala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya, apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepatrnenggerogoti wajahnya, jauh lebih awal dari usia yang sebenarnya?Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri ? Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri.Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. Indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya.

Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya.Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.


Sunday, October 01, 2006

APA PANTAS BERHARAP SURGA?

Apa Pantas Berharap Surga

Sholat Dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan mknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-yat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.

Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh , tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?

Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?

Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?

Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan? Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru
merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan, tunjukkan bekas-bekas Ramadhan ...Tahun tahun yang lalu.....



Wassallam


yang lemah

Antara Jilbab Syar'i & Funky

" EMBUN TAUSHIYAH "

Sesungguhnya agama Islam memerintahkan setiap orang muslim agar mencintai saudaranya bagaikan mencintai dirinya sendiri, kemudian menghindari mereka dari keburukan sebagaimana ia menghindarkan diri daripadanya, nasehat menasehati demi menta'ati kebenaran yang telah didatangkan dari Allah dan Rasul-Nya, baik itu berupa perintah maupun larangan, dengan hati rela mematuhinya.

Di saat agama Islam tiba dan kaum Jahiliyah membenci bayi perempuan, bahkan tega buah hati sendiri dikubur hidup-hidup, tidak memberikan harta warisan kepada wanita, terkadang mempusakai wanita bagaikan harta yang lain dengan jalan paksa.

Maka Allah serta Rasul-Nya melarang perbuatan keji tersebut, menjaga dan mengangkat derajat wanita bagaikan mutiara berharga, dengan memberikan hak-haknya sebagaimana agama menghormati dan memberikan hak-haknya kepada seorang lelaki.Demi kesucian masyarakat serta demi keutuhan dan kehormatan seorang muslimah dari kemaksiatan dan dari kecerobohan orang jahil, maka Islam menganjurkan perkawinan dan mengharamkan perbuatan zina.

Maka demi kesucian dan keutuhan, Allah Maha Penyayang memerintahkan para muslimah agar mengenakan hijab [jilbab], supaya berada di sisi Allah, dan ditempat sejauh mungkin dari perbuatan keji yang dapat menimpa pada diri kaum muslimah.

Simak baik-baik ayat Al Qur'an ini :

" Katakanlah kepada wanita yang beriman, 'hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan pehiasaannya kecuali yang biasa nampak dari pandangan. Dan hendaklah mereka menutupkan kainkerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau kepada ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra suami mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan [terhadap kaum wanita], atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat kaum wanita. dan janganlah mereka memukul kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung ". [Qs An Nur : 31]

Bagaimana jilbab yang dimaksud dalam ayat diatas, setidaknya harus memenuhi syarat-syarat hijab atau jilbab sebagai berikut dan inilah jilbab yang syar'i dan benar :

" Menutupi seluruh tubuh, sebagaimana yang difirmankan Allah, 'Hendaklah mereka itu mengeluarkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka " . [Qs Al Ahzab : 59]

Maksud daripada berhijab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat, atau berkelir serupa dengan kulit, maupun yang bercorak dan yang bersifat mengundang penglihatan laki-laki.Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat-tempat yang menarik pada anggota tubuh.Tidak diberi wangi-wangian,

hal ini telah diperingatkan olehRasulullah saw :

" Sesungguhnya seorang wanita yang memakai wangi- wangian kemudian melewati kaum [laki-laki] bermaksud agar mereka mencium aromanya, maka ia telah melakukan perbuatan zina ". [HR Tirmidzi]

" Pakaian wanita tidak boleh menyerupai laki-laki, 'Nabi saw melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki ". [HR Abu Dawud dan An Nasai].


" Tidak menyerupai pakaian orang kafir, 'Siapa yang meniru suatu kaum, maka ia berarti dari golongan mereka ". [HR Ahmad]



Berpakaian tanpa bermaksud supaya dikenal, baik itu dengan mengenakan pakaian yang berharga mahal maupun yang murah, jika niatnya untuk dibanggakan karena harganya ataupun yang kumal jika bermaksud agar dikenal sebagai orang yang ta'at [riya'].

" Siapa yang mengenakan pakaian tersohor [bermaksud supaya dikenal] di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina di hari Kiamat, lalu dinyalakan api pada pakaian tersebut. " [HR Abu Dawud]

Sungguh fenomena jilbab pada saat sekarang, membuat kita di satu sisi patut bersyukur, wanita sudah tidak malu lagi untuk berjilbab di manapun tempatnya sehingga jilbab benar-benar telah membudaya di masyarakat dan dianggap sesuatu yang lumrah. Namun di sisi lain jilbab yang sesungguhnya harus memenuhi prasyarat jilbab syar'i sebagaimana tersebut di atas seakan telah berubah fungsi dan ajaran, banyak sekali dan telah bertebaran dimana-mana jilbab yang bukan lagi syar'i tapi lebih terkesan trendy dan mode atau lebih dikenal dengan jilbab funky yang kebanyakan dari semua itu adalah menyimpang dari syarat-syarat syara' jilbab yang sebenarnya.

Diantara penyimpangan-penyimpangannya yang ada, antara lain :

Tidak ditutupnya seluruh bagian tubuh. Seperti yang biasa dan di anggap sepele yaitu terbukanya bagian kaki bawah, atau bagian dada karena jilbab diikatkan ke leher, atau yang lagi trendy, remaja putri memakai jilbab tapi lengan pakaiannya digulung atau dibuka hingga ke siku mereka.Sering ditemui adanya perempuan yang berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos, ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas.

Didapati perempuan yang berjilbab dengan menggunakan celana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans. Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar'i untuk kaum muslimin, apalagi wanita.Banyak wanita muslimah di sekitar kita yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu jilbab dipakai hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu, kendurian, acara pengajian kampung dsb, setelah itu jilbab dicopot dan yang ada kebanyakan jilbab tersebut sekedar mampir alias tidak sampai menutup rambut atau menutup kepala.

Terkadang, kalau ditanyakan kepada mereka, mengapa kalian berbuat [melakukan] yang demikian, tidak memakai jilbab yang syar'i, padahal telah mengetahui bagaimana jilbab yang syar'i, sering didapati jawaban, 'Yaa, pengen aja ', atau 'Belum siap ', atau 'Mendingan begini daripada tidak memakai jilbab sama sekali ', atau ' Jilbab itu khan tidak hanya satu bentuk, jilbab khan bisa dimodifikasi yang penting khan menutup aurat ' terkadang didapati juga jawaban, 'Kok kamu yang ribut, khan emang sudah menjadi mode yang seperti ini!'Padahal, dituntutnya jilbab dengan syarat-syarat yang telah ditentukan sesuai dengan hukum syara' yang disebutkan di atas, sesungguhnya akan membawa kebaikan bagi kita sendiri, baik di dunia maupun di akhirat dan bukan didasari atas nafsu atau ditujukan untuk mengekang kita.Janganlah sampai suatu kaum, dimana mereka meremehkan perempuan-perempuan/muslimah yang berjilbab hanya karena memakai pakaian/jilbab yang tidak sesuai dengan hukum syara'.Apabila kaum telah meremehkan hal ini, maka bagaimana dengan pandangan [penilaian] Allah dan Rasul-Nya terhadap wanita yang seperti ini ? Tidakkah ada bedanya antara perempuan yang berjilbab dengan perempuan yang tidak berjilbab ?

Mudah- mudahan Sekilas kata2 diatas jadi renungan serta bermanfaat & kita termasuk Orang yang benar benar beriman & bertaqwa..serta dijauhkan dari siksa api neraka ....amiiin....amiiin... ya Robbalamin..


Wassalam

Yang Lemah

Saturday, September 30, 2006

Jika Esok Tak Pernah Datang

Jika Esok Tak Pernah Datang

Setiap bangun tidur dan membuka mata, yang terucap adalah kalimat syukur bahwa Allah masih mengizinkan diri ini kembali melihat fajar. Merasai hembusan angin pagi yang menerobos celah jendela, dan menjumpai semua yang semalam terlihat sebelum mata terpejam masih seperti sedia kala, tidak ada yang berubah.

Kemudian melangkahlah dengan iringan doa di gerbang mungil menuju arena perjuangan kehidupan. Dengan tuntunan-Nya lah diri ini tak melangkah ke jalan yang salah, tak menjamah yang bukan hak, tak melihat yang dilarang, tak memamah yang tak halal, tak mendengar yang batil, dan tak banyak melakukan yang sia-sia. Karena setiap waktu yang terlewati pasti akan ditagih tanggungjawabnya. Lantaran semua jalan yang dilalui akan dimintai kesaksiannya atas diri ini. Dan sebab seluruh indera ini akan diminta bicara tentang apa-apa yang pernah tercipta.

Hari ini, masih ada lalai terbuat. Masih juga lengah sehingga khilaf tercipta. Meski segunung tausyiah pernah didengar, mulut ini masih terselip berucap dusta, saringan telinga ini tetap tak mampu membendung suara-suara melenakan, dan masih saja ada perbuatan yang salah, walau itu dalam bingkai alpa. Padahal, di setiap terminal ruhiyah, sedikitnya lima kali sehari lidah ini berucap, tangan ini tertengadah, dan mata menitikkan butir bening, seraya memohon perlindungan dari Allah dijauhkan dari salah dan dosa. Tetapi, masih juga langkah ini menuju arah yang sesat.

Setiap hari menangis, setiap hari meminta ampunan, setiap hari berbuat salah. Hari ini mencipta dosa, esok sibuk bersujud, meluluhkan air mata, menyusun kalimat doa, menganyam pinta semoga Allah menghapusnya dalam sekejap. Detik ini berbuat salah, terlalu lama menghapusnya, bahkan kadang lupa. Padahal, bisa saja sedetik kemudian diri ini tak lagi sempat memohon ampunan. Lupakah bahwa waktu sangat cepat berlalu. Lupakah pula bahwa menyesal di akhirat hanyalah kesiaan yang nyata?

Bagaimana jika hari esok tak pernah datang, padahal baru saja seharian ini berenang di lautan dosa. Padahal belum sempat menghapus noda hari ini, kemarin, sepekan yang lalu, setahun lalu, dan bertahun-tahun yang lalu.

Bagaimana jika Allah tak berkenan membukakan mata kita setelah sepanjang malam terlelap? bagaimana jika perjumpaan dan canda riang bersama keluarga semalam adalah yang terakhir kalinya. Ketika esok harinya ruh ini melihat seluruh keluarga menangisi jasad diri yang terbujur kaku berkafan putih.

Bagaimana jika matahari esok terbit dari barat, tak seperti biasanya dari timur? Padahal hari ini lupa menyebut nama-Nya. Padahal di hari ini, belum sempat mengunjungi satu persatu keluarga, kerabat, sahabat, tetangga, dan orang-orang yang pernah tersakiti oleh lidah dan tindakan kita. Sudah terlalu lama tak mencium kaki orang tua mencari keridhaannya, walau tak terhitung salah diri. Belum lagi sempat berderma, setelah derma kecil beberapa tahun lalu yang sering kita banggakan.

Dan jika memang esok tak pernah datang. Sungguh celakalah diri ini. Benar-benar celaka, bila belum sempat mencuci dosa sepanjang hidup. Bila belum mendengar ungkapan maaf dari orang-orang yang pernah terzalimi, bila belum menyisihkan harta yang menjadi hak orang lain, bila belum sempat meminta ampun atas segala salah dan khilaf yang tercipta.

Maka, saat pagi ini Allah masih memperkenankan diri menikmati fajar, mulaikan hari dengan kalimat, "terima kasih, Allah" .

Tuesday, August 01, 2006

Untukmu Sahabat....

Untukmu Sahabat

Disaat kita nikmati kebersamaan Banyak hal terlewatkan begitu sajaKeceriaan, gelak-tawa serta canda Semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang tersedia Seolah tak mampu untuk menampungnya Begitu cepat berlalu Berlari seolah tak mau berhenti

Kenangan-kenangan itu terasa tak kali kita pergi Pergi meninggalkan semua kegembiraan yang melenakan Satu persatu kenangan itu diputar kembali Ada sederet senyum saat terlintas film-film yang lalu
Kenapa kegembiraan itu harus pergi? Kenapa tak selalu mengikutiku kemana pergi? Kapan ini semua akan terulang? Akankah kita tetap seperti ini?

Sahabat...Semua yang pernah kita jalani Hari demi hari, waktu demi waktuTak kala kita lalui semuanya bersama

Banyak hal yang pernah terjadi Semua kita lalui dengan segala kekurangan yang kita miliki Kadang benci, kesal dan kecewa Juga senang, hormat dan sayang

Sungguh luar biasa apa yang telah kita lalui bersama Inikah pemberian tak ternilai dari Sang Kuasa?Yang sering kali tak pernah kita syukuri

Ya, Allah.. Lindungilah mereka yang ku-cinta

NB:'tuk sahabat-sahabatku yang pernah bersama-sama dalam mengisi sepenggal perjalanan

Sunday, October 23, 2005

SALING MENGINGATKAN





Ingatkan Selalu Hati Kita





“Hari (Akhirat adalah hari) yang tidak bermanfaat lagi
harta maupun anak pinak.
Kecuali seseorang yang datang kepada Allah
dengan membawa hati yang sejahtera”
* surah Ash-Shu’araa’ [26: 88-89]

assalamu'alaikum wrt wbh..

Yaa Alloh ampunkanlah segala dosaku
maafkan lah kejahilan hambaMu
Ku sering melanggar laranganMu
dalam sedar ataupun tidak ku sering meninggalkan suruhanMu
walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini kan kembali kepada fitrah
sebentar pagiku ingat petangku alpa
begitulah silih berganti Oh Yaa Alloh
kau pimpinlah diri ini yang mendamba cintaMu
aku lemah aku jahil tanpa pimpinan dariMu
Ku sering berjanji didepanMu sering jua ku memungkirinya
pernah menangis kerana Mu kemudian ketawa semula
Bilakah diri ini kan kembali kepada fitrah
sebentar pagiku ingat petangku alpa begitulah silih berganti
Oh Tuhanku kau pimpinlah diri ini yang mendamba cintaMu
aku lemah aku jahil tanpa pimpinan dariMu
Kau pengasih Kau penyayang Kau pengampun
kepada hamba hamba Mu selangkah ku pada Mu
seribu langkah Kau pada ku Yaa Alloh
diri ini tidak layak ke syurga Mu
tapi tidak pula aku sanggup ke neraka Mu
ku takut pada Mu ku harap jua pada Mu
moga ku kan selamat dunia akhirat
seperti rasul dan sahabat

Wassalam

Yang Lemah

Wednesday, October 19, 2005

Ingatkan Hati Kita



Ingatlah Tujuan Hidup Ini



وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Ku.” - Surah az-Zariyat: ayat 56.


Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan ; " Kami telah beriman,"sedangkan mereka tidak diuji ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta ." Surah Al-Ankabut ayat 2-3


" Ya tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; kerana sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (kurnia)." [Ali 'Imran : 8]

Wednesday, October 12, 2005

KELUARGA MUSLIM



HIDUP KELUARGA MUSLIM
1.KETIKA AKAN MENIKAH
JANGANLAH MENCARI ISTERI, TETAPI CARILAH IBU BAGI ANAK-ANAK KITA.
JANGANLAH MENCARI SUAMI, TETAPI CARILAH AYAH BAGI ANAK-ANAK KITA.
2. KETIKA MELAMAR
ANDA BUKAN SEDANG MEMINTA KEPADA ORANGTUA/WALI SI GADIS, TETAPI MEMINTA KEPADA ALLOH MELALUI ORANGTUA/WALI SI GADIS.
3. KETIKA AKAD NIKAH
ANDA BERDUA BUKAN MENIKAH DI HADAPAN PENGHULU, TETAPI MENIKAH DI HADAPAN ALLOH.
4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
CATAT DAN HITUNG SEMUA TAMU YANG DATANG UNTUK MENDO’AKAN ANDA, KARENA ANDA HARUS BERPIKIR UNTUK MENGUNDANG MEREKA SEMUA DAN MEMINTA MAAF APABILA ANDA BERPIKIR UNTUK BERCERAI KARENA MENYIA-NYIAKAN DO’A MEREKA.
5. SEJAK MALAM PERTAMA
BERSYUKUR
DAN
BERSABARLAH
ANDA ADALAH SEPASANG ANAK MANUSIA DAN BUKAN SEPASANG MALAIKAT
6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
SADARILAH BAHWA JALAN YANG AKAN DILALUI TIDAK MELULU JALAN BERTABUR BUNGA TAPI JUGA SEMAK BELUKAR YANG PENUH DENGAN ONAK DAN DURI
7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
JANGAN SALING BERLEPAS TANGAN, TAPI SEBALIKNYA JUSTRU SEMAKIN ERAT BERPEGANGAN TANGAN.
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
CINTAILAH ISTERI ATAU SUAMI ANDA 100%.
9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
JANGAN BAGI CINTA ANDA KEPADA (SUAMI) ISTERI DAN ANAK ANDA, TETAPI CINTAILAH ISTERI ATAU SUAMI ANDA 100% DAN CINTAI ANAK-ANAK ANDA MASING-MASING 100%.
10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK
YAKINLAH BAHWA PINTU RIZKI AKAN TERBUKA LEBAR BERBANDING LURUS DENGAN TINGKAT KETAATAN SUAMI DAN ISTERI.
11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK
JANGAN LUPA AKAN JASA PASANG
AN HIDUP YANG SETIA MENDAMPINGI KITA SEMASA MENDERITA.
12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
BOLEH BERMANJA-MANJA KEPADA ISTERI TETAPI JANGAN LUPA UNTUK BANGKIT SECARA BERTANGGUNG JAWAB APABILA ISTERI MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN ANDA.
LEMAH LEMBUT, TETAPI SELALU BERHASIL MENYELESAIKAN SEMUA PEKERJAAN.
14. KETIKA MENDIDIK ANAK
JANGAN PERNAH BERPIKIR BAHWA ORANGTUA YANG BAIK ADALAH ORANGTUA YANG TIDAK PERNAH MARAH KEPADA ANAK, KARENA ORANGTUA YANG BAIK ADALAH ORANGTUA YANG JUJUR KEPADA ANAK.
15. KETIKA ANAK BERMASALAH
YAKINLAH BAHWA TIDAK ADA SEORANG ANAKPUN YANG TIDAK MAU BEKERJASAMA DENGAN ORANGTUA, YANG ADA ADALAH ANAK YANG MERASA TIDAK DIDENGAR OLEH ORANGTUANYA.
16. KETIKA ADA PIL
JANGAN DIMINUM, CUKUPKANLAH SUAMI SEBAGAI OBAT.
17. KETIKA ADA WIL
JANGAN DITURUTI, CUKUPLAH ISTERI SEBAGAI PELABUHAN HATI.
18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
PILIHLAH POTRET KELUARGA SEKOLAH YANG BERADA DALAM PROSES PERTUMBUHAN MENUJU POTRET KELUARGA MASJID.
19. KETIKA INGIN LANGGENG HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 6 K :
KETAQWAAN
KASIH SAYANG
KESETIAAN
KOMUNIKASI DIALOGIS
KETERBUKAAN
KEJUJURAN
Wassalam
"Yang Lemah"

MEMBINA KELUARGA MUSLIM

D:\Riyo-Ok\3.Note-book\extra\P.Point\MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI.pps

Tuesday, October 11, 2005




MAKNA CINTA

Cinta adalah memberi, dgn segala daya & keterbatasannya seseorang pecinta akan memberikan apapun yang sekiranya bakal m’buat yang dicintainya senang. Bukan balasan cinta yang diharapkan bagi seorang pecinta sejati, meski itu menjadi sesuatu yg melegakannya. Tp senyum & kebahagiaan yg dicintainya itulah yg menjadi tujuannya.

Cinta adalah berkorban, bagai lilin yang setia menerangi dengan setitik nyalanya meski tubuhnya habis terbakar. Hingga titik terakhirmya iapun masih berusaha menerangi manusia dari kegelapan. Cinta mengajarkan pd qta, bagaimana caranya hrs berlaku jujur & berkorban, berjuang & menerima, memberi & mempertahankan.

Cinta adalah menceriakan, seperti bunga2 indah di taman yg membawa kenyamanan bagi yang memandangnya. Spt rerumputan hijau di padang luas yg kehadirannya bagai kesegaran yg menghampar. Spt taburan pasir di pantai yg menghantarkan kehangatan seiring tiupan angina yg menawarkan kesejukan. Dan spt keelokan seluruh alam yg menghadirkan kekaguman terhadapnya.

Cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pd kita betapa besar kekuatan yg dihasilkannya.Itulah arti cinta yang sesungguhnya.

Tapi cinta harus diberikan pada porsi yg benar dan pada sesuatu yg tepat, sehingga kita tidak akan merasa tersakiti dan dirugikan oleh cinta yang kita miliki. Cinta kita pada manusia sering membuat kita terluka, tp cinta kita pada Allah akan membuat kita jadi mulia & bahagia Cinta yang tak akan mungkin bertepuk sebelah tangan. Jika ada seorg kekasih yg mengaku bahwa si A adalah cinta sejatinya, seperti kisah Romeo dan Juliet, itu hanya omong kosong belaka.

Di dunia ini, tidak ada cinta dari seorg kekasih yg sejati, karena cinta sejati hanyalah milik Illahi Robbi. Cinta Allah pada kita, tak berharap apapun dan tak pernah berkurang sampai kapanpun. Dia curahkan kasihNya pada makhlukNya seakan-akan Dia memerlukan mereka, pdhl Dia tdk memerlukan semua itu…..

Wahai manusia, pernahkah engkau merenungkan, betapa tidak sebandingnya cinta yg kita berikan pada Allah dgn cinta yg kita terima dari-Nya? Kita malah sering bilang pada pacar kita “sungguh aku cinta mati padamu”, kita sering terjerumus dengan cinta semu itu. Ada gadis yg rela dipegang-pegang, dicium bahkan direnggut kesuciannnya oleh pacar mereka dengan alasan cinta. A’udzubilahimindzalik. Pdhl, sang pacar belum halal untuknya, seharusnya semua itu hanya diberikan utk suami/istri tercinta.

Anak Adam…,semestinya cinta yang kau berikan pada Robbmu jauh lebih besar dari pada cinta yang kau berikan pada kekasihmu di dunia. Tp yang terjadi malah sebaliknya……, manusia sering diperbudak oleh cinta sesamanya terlebih-lebih oleh cinta yang masih haram utknya. Kita lebih banyak menghabiskan waktu berdua-duaan dgn pacar2 kita dari pada berdua-duaan dengan Kekasih Sejati kita yaitu Allah Azza wa Jalla.
Wallohualam.

Semoga tulisanku ini bermanfaat dan bisa jadi renungan utk kita semua, shg kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Menjadi manusia yang Hanif dan berakhlaqul qarimah. Amin.

Created by :
jay_19@lifestyle

Thanks.

Yang lemah,